AJERAN si liar yang berkhasiat

JAKARTA, KOMPAS.com — Ajeran memang kalah populer dibandingkan dengan tanaman obat lain, seperti meniran atau turi. Padahal, sifatnya yang mendinginkan dan kandungan alkaloid polina serta saponinnya mampu membantu meredakan demam.

Tumbuhan ini dikenal sebagai tanaman semak yang banyak tumbuh di pinggir jalan atau sengaja ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini mudah tumbuh, tidak suka air, tinggi mencapai 1,5 meter. Batang berbentuk agak lonjong dengan pinggir bergerigi. Bunga bertangkai panjang, mahkota bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning.

Mengapa tumbuhan liar ini memiliki khasiat obat? Sejauh ini memang belum ada penelitian resmi, terutama di dalam negeri, yang mampu mengungkapkan rahasia tanaman yang dalam bahasa Latin disebut Bidens pilosa ini. Meski begitu, beberapa orang percaya, secara tradisional tumbuhan ini bermanfaat untuk meredakan demam.

Seperti diungkapkan Darmawi, yang mengaku memiliki pengalaman dengan ajeran atau dalam bahasa Jawa disebut jaringan atau ketul dan hareuga (bahasa Sunda) ini saat anaknya yang berusia 8 tahun tiba-tiba demam tinggi. Karena alasan darurat, ia coba memberikan ramuan ajeran.Ia mengakui, penggunaan ajeran untuk mengobati anaknya yang demam itu didasarkan pada pengalaman yang diwariskan orangtuanya.

Darmawi mencoba membuat resep sendiri dengan bahan baku ajeran ditambah daun sembung dan sedikit rimpang jahe, kemudian dicampur dengan air untuk direbus. Setelah dingin, ditambah satu sendok madu. Hasilnya ternyata lumayan, dua jam berikutnya demam anaknya mereda.

Antiinflamasi
W Isnanto, ahli dan pengembang tanaman obat, menjelaskan, secara tradisional, ajeran memang dikenal sebagai salah satu tanaman obat yang memiliki sifat mendinginkan. Meski begitu, dalam penggunaan sebagai ramuan untuk pereda demam, sering dicampur dengan bahan baku lain, seperti jahe atau daun sembung. Dalam tanaman obat koleksinya, anjeran memang relatif kurang dikenal karena banyak orang belum memahami khasiat tumbuhan ini.

Pemanfaatan ajeran atau Bidens pilosa di negara-negara Barat ternyata jauh lebih berkembang. Hal itu terlihat dari banyaknya literatur yang mengulas tanaman yang ramuannya terasa pahit ini.

Sebuah lembaga sosial di Hawaii yang bergerak dalam bidang pengembangan beragam tanaman dan bunga untuk kesehatan mengungkapkan, ajeran memiliki sifat antiinflamasi ringan, seperti halnya aspirin dan ibuprofen. Dijelaskan Steven Malbrouh, MD, Bidens pilosa memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai antiinflamasi ringan alami pereda demam.

Selama ini diketahui, aspirin maupun ibuprotein merupakan zat yang dapat membantu proses penurun panas pada penderita demam. Lebih lanjut dijelaskan, pemanfaatan Bidens pilosa secara luas dapat dilakukan dengan merebus daun segar atau mengeringkannya untuk bahan baku minuman, seperti halnya teh.

Dimanfaatkan di Hawaii
Ajeran atau di Hawaii lebih dikenal dengan sebutan kinehi ini ternyata terus

dikembangkan dan sedang diuji klinis untuk dimanfaatkan sebagai bagian dari pengobatan radang mata atau conjunctivitis. Bahkan, karena dinilai cukup aman, ajeran telah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat di Amerika Tengah dan Selatan serta Afrika Barat sebagai obat luar. Meski begitu, diingatkan dalam pemanfaatan ajeran dengan dosis tinggi perlu sikap hati-hati karena dapat menyebabkan iritasi ginjal.

Jika di luar negeri pengembangan dan penelitian tentang manfaat ajeran sudah banyak dilakukan, tidak demikian halnya dengan di Indonesia. Hal ini mungkin disebabkan tidak banyak orang mengenal tumbuhan liar ini, apalagi tertarik, kecuali sebatas menjadikannya sebagai tanaman hias atau tanaman semak yang tidak terlalu bernilai.

Berikutnya, tentu terserah Anda, apakah tertarik untuk memanfaatkan ajeran sebagai solusi alami pengobatan maupun penurun deman atau cukup menanamnya.

Meramu kinehi
Hampir seluruh bagian tumbuhan ajeran dapat dimanfaatkan. Namun, yang lebih sering digunakan sebagai ramuan adalah bagian daunnya.

Berikut beberapa contoh ramuan Bidens pilosa atau orang Hawaii biasa menyebutnya kinehi:
Demam atau penurun panas
- Ambil daun ajeran segar segenggam atau lebih kurang 5 gram, tambahkan dengan daun sembung dan jahe secukupnya. Campur semua bahan dan rebus dengan 500 ml air (setengah liter). Setelah mendidih, dinginkan, lalu saring. Dalam keadaan hangat atau dingin, air hasil saringan dapat dimanfaatkan untuk minuman pereda demam.
- Ambil daun ajeran yang telah dikeringkan sekitar satu genggam, campur dengan jahe secukupnya atau cengkeh sekitar lima buah. Rebus semua bahan tersebut dalam dua gelas air. Setelah mendidih, saring, dan dinginkan sebelum diminum.

Pencuci mata
- Ambil sekitar segenggam daun anjeran segar atau lebih kurang 5 gram ukuran sedang. Cuci dan bersihkan sebelum direbus dalam air sebanyak satu gelas. Setelah mendidih, dinginkan. Setelah benar-benar dingin, Anda dapat memanfaatkan rebusan daun ajeran tersebut untuk mencuci mata. Sebaiknya gunakan alat khusus (gelas pencuci mata) yang dapat dibeli di apotek agar lebih bersih dan efisien.

Minuman penyegar
- Seperti halnya teh, daun anjeran dapat digunakan sebagai minuman penyegar. Caranya, ambil daun ajeran segar lebih kurang 10 gram. Setelah dicuci dan dibersihkan, rebus dengan dua gelas air. Setelah masak, dinginkan. Sebagai campuran, Anda dapat menambahkan madu sebagai pemanis atau sedikit cengkeh agar terasa lebih segar di tenggorokan.

Catatan:
- Karena rasanya yang pahit, sebaiknya tambahkan sedikit gula atau madu. Sebaiknya hindari penggunaan berlebih karena dapat menyebabkan iritasi pada ginjal. Tak ada salahnya sebelum memanfaatkan ramuan ini, pastikan ginjal Anda tidak bermasalah.@ Lalang Ken Handita

surawung yang bermanfaat

ininih makanan favorit saya, yang suka saya santap sbagai temenya si ayam bakar.
SURAWUNG,, ato kemangi ternyata banyak manfaatnya juga yawh,,
KEMANGI (Sunda: surawung) tidak asing lagi bagi kita, sering kita jumpai
di pasar tradisoinal ataupun dipajang di rak-rak pasar swalayan yang
dijual dalam ikatan-katan kecil. Harganya bisa dibilang relatif murah,
kita biasa membelinya sekadar untuk lalap atau sebagai bumbu aromatik
dalam masakan. Kemangi merupakan anggota famili lamiaceae yang berarti kelompok tanaman
dengan bunga berbibir. Nama genus kemangi adalah ocimum yang berarti
tanaman beraroma. Aroma khas tersebut muncul dari daunnya. Kemangi
berkerabat dekat dengan tanaman selasih (ocimun sancium), daun mint
(mentha arvensis), dan daun bangun-bangun alias daun jinten (coleus
amboinicus). Daun mint di Sunda dikenal dengan karesmen, lazim dilalap
mentah. Kerabat yang paling dekat dengan kemangi adalah basil (ocimun
amboinicus).

Di Jakarta, basil segar hanya dijual di pasar swalayan yang dikemas
dalam wadah tabung kecil. Daun basil banyak digunakan sebagai bumbu
aromatik untuk campuran masakan Italia, seperti saus sphagetti atau saus
pizza. Tanaman basil inilah yang kemudian menurunkan bermacam-macam
varietas kemangi.

Kemangi yang ada di Indonesia bernama botani ocimum basillicum. Karena
tumbuhnya menyemak, kemangi dikelompokkan dalam kelompok basil semak
(bush basil).

Di Jakarta, kemangi lazim digunakan dalam sajian khas Betawi, seperti
laksa ataupun nasi ulam. Di Jawa Barat, kemangi alias surawung digunakan
dalam beragam masakan Sunda yang lezat seperti ulukutek oncom leunca
(tumis leunca), pais lauk (pepes ikan), laksa bogor ataupun karedok.
Sementara di daerah Jawa Timur, daun kemangi disajikan dengan nasi
krawu, botok, trancam (urap), pencek tempe ataupun ikan bumbu pesmol
yang rasanya kurang pas dan juga kurang nikmat tanpa daun kemangi. Dalam
khazanah masakan khas Menado — seperti bubur gurih komplet — dibubuhi
kemangi sebagai pelengkap sajian.

Di India dan sebagian wilayah di Afrika, seduhan ”teh kemangi” lazim
disajikan menggantikan seduhan daun teh asli. Minuman tersebut biasanya
disajikan pada saat pergantian musim, yaitu ketika orang mudah terserang
batuk, pilek, ataupun demam.

Berbeda dengan di Eropa, di sana kemangi disuling dan diambil minyak
atsirinya. Minyak atsiri kemangi banyak digunakan sebagai bahan campuran
pembuatan obat ataupun untuk perawatan tubuh seperti sabun mandi, biang
parfum, body lotion, minyak gosok, permen pelega tenggorokan, dan juga
minyak aroma terapi.

Menurut ”Daftar Komposisi Bahan Makanan” Direktorat Gizi Departemen
Kesehatan RI, kemangi termasuk sayuran kaya provitamin A. Setiap 100 g
daun kemangi terkandung 5.000 SI vitamin A. Kelebihan lainnya, kemangi
termasuk sayuran yang banyak mengandung mineral kalsium dan fosfor,
yaitu sebanyak 45 dan 75 mg per 100 g daun kemangi.

BANGSA kita telah lama mengenal kemangi sebagai makanan fungsional yang
lezat sekaligus berkhasiat obat. Secara turun-temurun, kemangi
dimanfaatkan untuk mengatasi perut kembung atau masuk angin. Apabila
bayi dan balita Anda menderita kembung atau demam, oleskan saja remasan
kemangi bersama bawang merah dan minyak kelapa pada bagian perut, dada,
dan punggung (karena bayi belum bisa makan).

Apabila kita menghadapi masalah-masalah dengan bau badan, bau mulut,
atau ASI macet, dapat diatasi dengan membiasakan diri mengonsumsi lalap
kemangi segar. Cara lainnya, minum air perasan daun kemangi yang telah
dihaluskan bersama daun beluntas dan daun kunyit. Dalam buku ”A
Dictionary of Practical Material Medical”, John Henry M. menyebutkan,
sari daun kemangi berkhasiat menyembuhkan diare, nyeri payudara, batu
ginjal, gangguan pada vagina, dan juga dapat mengatasi albuminaria,
yaitu adanya konsentrasi albumin di dalam urin.

Menurut tim peneliti dari Center for New Crops and Plant Products,
Purdue University, AS, daun kemangi terbukti ampuh untuk menyembuhkan
sakit kepala, pilek, diare, sembelit, cacingan, dan gangguan ginjal.
Mereka pun mengemukakan keampuhan pengobatan menggunakan daun kemangi,
yaitu dapat mengatasi sakit maag, perut kembung, masuk angin,
kejang-kejang, dan badan lesu. Selain itu, aroma kemangi dapat menolak
gigitan nyamuk.

Sejak zaman dahulu, kemangi disuling untuk diambil sari minyak
atsirinya. John Henry menggolongkan minyak kemangi sebagai minyak atsiri
tinggi. Artinya, aroma kemangi segera hilang setelah 24 jam dioleskan ke
tubuh. Sebagai perbandingan, minyak atsiri katagori sedang, akan hilang
aromanya setelah 3 hari dioleskan, sedangkan minyak atsiri katagori
rendah, aromanya hilang setelah seminggu.

Minyak atsiri kemangi dapat digunakan untuk pijat aroma terapi karena
minyak atsiri kemangi dapat meringankan dan menyegarkan tubuh. Namun,
wanita hamil dilarang menggunakannya karena dikhawatirkan dapat
menyebabkan terjadinya keguguran.

Selain itu, minyak kemangi berkhasiat mengatasi gangguan pencernaan
seperti salah cerna, muntah-muntah, infeksi usus, radang lambung, serta
gas dalam usus. Juga, gangguan kepala (seperti sakit telinga, demam,
sakit saluran hidung, migrain), gangguan otot (kejang-kejang atau kram),
dan gangguan saraf (kecemasan, depresi, histeria, lemah saraf, insomia).

Bagi pria, kemangi ada juga manfaatnya. Senyawa 1-8 sineol dalam kemangi
dapat mengatasi masalah ejakulasi prematur. Apigenin fenkhona dan
eugenol-nya dapat memudahkan terjadinya ereksi. Sementara zat arginin
yang terkandung dalam kemangi bisa memperkuat daya hidup sperma dan
mencegah kemandulan.

Sementara bagi wanita, kemangi termasuk makanan sehat yang sangat
bermanfaat. Kemangi kaya senyawa anetol dan boron yang merangsang hormon
estrogen, sedangkan senyawa eugenolnya dapat membunuh jamur penyebab
keputihan. Zat stigmaasterol dalam kemangi merangsang pematangan sel
telur (ovulasi), tannin, dan sengnya mengurangi sekresi cairan vagina.
Zat triptofan bisa menunda monopause. Kemangi memang bukan sayuran
biasa, jadi jangan remehkan kemangi. (Sisca Dharmayanti)

Pikiran Rakyat Cyber Media
ada yang punya pengalaman lain?

Kunyit si Putih

MESKI tak setenar kunyit yang masih saudara serumpun, kunyit putih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi herba potensial. Pengakuan empiris maupun penelitian membuktikan, rimpang ini bermanfaat untuk menolak angin dan efektif menekan risiko kanker.Dalam pemakaian sehari-hari kunyit putih belum sepopuler saudara kandungnya, kunyit kuning. Maklumlah, secara fisik dan rasa memang beda. Kunyit memiliki warna daging lebih kuning dan rasanya tak begitu getir. Ukurannya pun cenderung lebih besar dibanding kunyit putih, tetapi keduanya memiliki aroma khas dan kuat lantaran kandungan minyak atsirinya.Selama ini sebagian masyarakat Indonesia sudah mengakui khasiat kunyit putih sebagai pereda masuk angin. Seperti yang dituturkan oleh Bu Aisyah, penggemar tanaman obat yang tinggal di Depok. Menurut pemilik kedai jamu ini, kandungan minyak atsiri yang tinggi yang membuatnya berkhasiat.”Cara membuat ramuannya cukup sederhana. Ambil kunyit 200 gram yang telah dicuci dan dikupas, kemudian parut dan peras untuk diambil airnya. Setelah itu panaskan dan minum hangat-hangat. Jika terasa agak getir dapat ditambahkan madu secukupnya,” papar Aisyah.Pengalaman serupa juga dituturkan Ansori. Pria ini mengaku mengenal khasiat kunyit putih setelah ibunya divonis menderita kanker. Tepatnya awal tahun lalu, ia mencoba mencari alternatif selain kemoterapi. Atas rekomendasi seorang dokter, ia disarankan mencoba ekstrak kunyit putih.“Kunyit putih ini mengandung suatu zat yang akan menempel secara selektif pada sel-sel abnormal. Zat ini dipercaya mampu memandulkan perkembangan sel yang doyan berkembang biak. Banyak pasien yang cocok. Dokter juga meningatkan agar penderita tetap menjaga pola makan dan menghindari konsumsi makanan berpengawet,” katanya.Hambat Sel Kanker
Selain dikenal sebagai pereda masuk angin dan gangguan ringan lainnya seperti maag, kunyit juga diyakini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai herba pelengkap penyembuhan kanker.Rimpang kunyit putih mampu menghambat laju perkembangan sel kanker dan mencegah kerusakan gen yang menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker. Hal ini karena rimpangnya mengandung riboisme in activating protein (RIP), yakni protein toksis dan kurkumin. Senyawa protein inilah yang menghambat laju sel kanker.Memang untuk pelengkap penyembuhan kanker, masih perlu penelitian lebih lanjut. Meski demikian, di pasaran sudah beredar beberapa produk yang berbahan dasar kunyit putih dan diakui cocok oleh para penderita kanker.Peneliti obat tradisional dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair), Dr. Mangestuti, MS, Apt., menerangkan khasiat kunyit putih telah dikenal turun temurun. Sejauh ini uji klinis khasiat kunyit putih baru sebatas pemanfaatan minyak atsiri untuk gangguan pencernaan. Sementara khasiat untuk kanker, belum ada hasil penelitian resmi dan saat ini penelitian lebih lanjut sedang dilakukan.Mangestuti menambahkan, prinsipnya segala jenis akar rimpang memiliki khasiat yang hampir serupa. Rata-rata tanaman rimpang semacam jahe, kunyit, temu kunci memiliki kandungan minyak atsiri yang bagus untuk pencernaan, misalnya sebagai pereda perut kembung, mual, sakit perut. Di masyarakat, tak sedikit orang yang telah merasakan khasiatnya. Konsumsi perasan air kunyit putih dalam porsi wajar meskipun setiap hari terbukti tidak memberikan efek merugikan.Bernilai Tinggi
Balitbangkes Departemen Pertanian RI membukukan penelitian kunyit putih dalam Jurnal Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Volume XVI, Nomor 1 Tahun 2006. Jus temu putih atau kunyit putih bersama temu mangga mampu mengatasi berbagai keluhan pada perut seperti sakit perut, diare, mual, sebah, dan kembung. Uji coba ini dilakukan pada tikus putih jantan.

Hasil percobaan yang terlihat pada feses tikus tersebut membuktikan bahwa kunyit putih mampu mengatasi diare serta berkhasiat sebagai peluruh kentut (karminatif), juga mempercepat penyembuhan luka dan memar.Untuk pemakaian luar seperti memar, keseleo, bisul yang sulit pecah, cukup borehkan parutan rimpang kunyit putih pada bagian tubuh tersebut. Masyarakat tradisional juga kerap menggunakan gilingan rimpang yang menjadi serbuk dan dikeringkan sebagai bedak.Tanaman yang masih sekeluarga dengan jahe ini bisa tumbuh di mana saja dan tidak perlu perawatan khusus. Sebagai salah satu komoditi agribisnis, nilai ekonomisnya cukup tinggi. Pasar terbesar adalah Amerika yang mengimpor kunyit putih untuk bahan dasar pembuatan minyak wangi. Aromanya hangat, sejuk, khas kayu-kayuan, dan memberikan efek terapi rileksasi.Meramu Herba Tunggal
Tidak sulit memanfaatkan kunyit putih. Tanaman ini bisa digunakan sebagai herba tunggal, tanpa campuran lain. Berikut beberapa contoh ramuannya:Masuk angin:
- Ambil 200 gram kunyit putih yang telah dicuci bersih. Kupas dan parut lalu diambil airnya. Sebelum diminum sebaiknya hasil rebusan dipanasi agar terasa hangat. Jika ingin sedikit manis dapat ditambah madu secukupnya.Gangguan pencernaan:
- Ambil satu rimpang kunyit putih ukuran sedang, kemudian cuci bersih dan kupas. Setelah itu dapat langsung dikunyah.Obat luar:
- Ambil beberapa rimpang kunyit putih, kupas, lalu tumbuk atau parut. Campur dengan asam kawak. Balurkan bubuk atau hasil parutan campuran kedua bahan tersebut ke bagian kaki yang sakit, linu, maupun bengkak. Agar lebih hangat dan lembut, campur dengan minyak kelapa.Minuman kesehatan:
- Ambil rimpang kunyit kurang lebih 100 gr atau secukupnya. Parut untuk kemudian diambil airnya. Tambahkan madu agar rasanya agak manis. Minum sehari sekali. Ramuan ini juga dapat digunakan untuk memperlancar aliran air seni, obat diare, serta menambah nafsu makan.

alternatif untuk diabetes

banyak cara untuk mencegah atau mengobati penyakit diabetes salah satunya adalah seperti dibawah ini :
Mengontrol gula darah pada penderita diabetes tak cukup insulin saja. Lengkapi dengan penerapan pola makan yang baik dengan menghindari makanan manis dan berminyak yang berlebihan.
JAKARTA-- Hingga kini diketahui, pengobatan bagi penderita diabetes dilakukan dengan memberikan insulin agar dapat mengatur kadar gula darah dalam rentang normal. Namun, pemberian insulin diyakini tidaklah cukup untuk menyembuhkan diabetes. Demikian diungkapkan Ketua Divisi Metabolik dan Endokrin, Departemen Penyakit Dalam FK UI, Prof. Sidartawan Soegondo di Jakarta, awal pekan ini.
Dikatakan Sidarta, insulin hanya bertugas memasukan glukosa ke dalam sel. Disamping memproduksi insulin, tubuh juga memproduksi glukagon. Hormon ini memiliki sifat bertolak belakang dengan insulin. Artinya, ketika tubuh penderita diabetes memproduksi hormon insulin secara terbatas maka keadaan berbalik dimana produksi hormon glukagon meningkat sehingga kadar glukosa dalam darah turut meningkat.
Pada orang normal atau tidak diabetes, insulin bekerja untuk meningkatkan pengambilan glukosa selular, dengan begitu terjadi penurunan kadar glukosa dalam plasma. Sementara itu, glukagon bekerja meningkatkan kadar glukosa plasma dengan cara meningkatkan produksi glukosa hati (hepatic glucose production – HGP) dan glukoneogenesis. Peningkatan konsentrasi glukosa dalam plasma akan memberikan sinyal untuk sekresi insulin dan sekresi glukagon, sehingga terbentuk keseimbangan glukosa normal.

Tak hanya itu, di dalam tubuh juga terdapat hormon inkretin yang berperan dalam mengatur kadar gula darah. Hormon ini terdiri dari GLP-1 (glucagon-like peptide-1) dan GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide). Dua inti Hormon ini berfungsi untuk mengatur kontrol glukosa darah dan memperbaiki fungsi keseimbangan antara glukagon dan insulin.
"Pada penderita diabetes tipe 2, terjadi kekurangan inkretin sehingga keseimbangan glukagon dan insulin terganggu. Kurangnya jumlah inkretin diibaratkan kunci (insulin) untuk membuka pintu (Glukagon) agar glukosa masuk dalam sel tidaklah pas. Ini yang lebih rumit lagi," tuturnya. Tidaknya pas kunci tersebut, lanjutnya, dikarenakan penghambatan DPP-4 (Dipeptidly Peptidase-4), sejenis Protein yang memecah sistem sel beta dan alfa pada pankreas.
Selain itu, kata dia, kacaunya keseimbangan insulin dan glukagon meningkatkan lipolisis dalam tubuh. Lipolisis merupakan bentuk pemecahan kadar lemak. Sekresi itu mengakibatkan peningkatan kadar asam lemak dalam darah. Apabila efek liposis disertai dengan defisiensi insulin yang berat dapat menyebabkan terjadinya ketosis.
Ketosis merupakan akibat dari metabolisme yang tidak lengkap terhadap asam lemak. Tubuh membentuk fragmen asam lemak menjadi substansi yang disebut keton. Keton merupakan racun bagi sistem tubuh dan tubuh mengeluarkannya melalui urine. "ini yang bisa berbahaya bagi ginjal karena bisa menyebabkan gagal ginjal," tuturnya.
Sidarta lantas menggaris bawahi diabetes tidak hanya sebatas diobati dengan terapi insulin saja. Tapi juga diikuti dengan terapi lain yang berfungsi menyeimbangkan hormon-hormon yang terkait dengan diabetes. "Tentu menjadi pekerjaan rumah bagi kita, banyak hal yang harus kembali dipelajari," kata dia.

Pengobatan menyeluruh diibaratkanya mengatu rpola makanan. Seperti diketahui, bagi penderita diabetes harus memperhatikan tiga hal yakni kadar kolesterol, tekanan darah dan kadar gula, sebab saling berhubungan satu dengan yang lain.
Dia mencontohkan, untuk menjaga kadar gula maka penderita diabetes harus meminimalisir konsumsi makanan yang bersifat manis, lantas turut diperhatikan pula hal bersifat asin untuk mengkontrol tekanan darah. Sedangkan, menghindari makanan berminyak harus dilakukan sebagai upaya mencegah tingginya kadar kolesterol dalam darah."Jika hanya menghindari manis, lantas buat apa" kata dia.
Menurutnya, penderita diabetes bukan mengurangi pola makan melainkan mengatur sedemikian rupa asupan makanan dengan kadar kandungan yang seimbang."Paling tidak itu lebih baik karena masih memiliki takaran yang jelas. Hal lain yang menurut saya berbahaya karena tidak memiliki takaran adalah merokok,"pungkasnya. (cr2/rin)



http://www.republika.co.id/berita/62411/Hadapi_Diabetes_Tak_Cukup_Insulin
By Republika Newsroom

rahasia daun seledri

banyak tumbuhan alami yang sangat bermanfaat salah satunya adalah daun seledri,,,, di baca yawh :
Pdpersi, Jakarta – Seledri berasal dari daerah subtropik Eropa dan Asia, dan merupakan tanaman dataran tinggi, yang ditemukan pada ketinggian di atas 900 m dpl. Di daerah ini seledri yang tumbuh memiliki tangkai daun yang menebal. Untuk pertumbuhannya, seledri memiliki memerlukan cuaca yang lembab. Seledri juga bisa ditanam di dataran rendah. Hanya saja ukuran batangnya menjadi lebih kecil dan digunakan sebagai penyedap masakan. Seledri terdiri dari tiga jenis yaitu seledri daun, seledri potongan dan seledri berumbi. Seledri yang banyak ditanam di Indonesia adalah seledri daun.

Terna, tumbuh tegak, tinggi sekitar 50 cm dengan bau aromatik yang khas. Batang persegi, beralur, beruas, tidak berambut, bercabang banyak, berwarna hijau pucat. Daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-7 helai. Anak daun bertangkai yang panjangnya 1-2,7 cm, helaian daun tipis dan rapuh, pangkal dan ujung runcing, tepi beringgit, panjang 2-7,5 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan menyirip, berwarna hijau keputih-putihan. Bunga majemuk berbentuk payung, 8-12 buah, kecil-kecil, berwarna putih, mekar secara bertahap. Buahnya buah kotak, berbentuk kerucut, panjang 1-1,5 mm, berwarna hijau kekuningan.

Seledri dipanen setelah berumur 6 minggu sejak ditanam. Tangkai daun yang agak tua dipotong 1 cm di atas pangkal daun. Daun muda dibiarkan tumbuh untuk dipanen kemudian. Tangkai daunnya yang berdaging dan berair dapat dimakan mentah sebagai lalap, sedangkan daunnya digunakan untuk penyedap sup. Jika seledri ditanam di daerah tropik, ukurang batangnya kurang besar sehingga seluruh bagian tanaman digunakan sebagai sayur. Seledri dapat diperbanyak dengan biji.

Sifat dan Khasiat
Akar seledri berkhasiat memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik), sedangkan buah dan bijinya sebagai pereda kejang (antipasmodik), menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut (karminatif), afrodisak dan penenang (sedatif).

Herba berbau aromatik, rasanya manis, sedikit pedas dan sifatnya sejuk. Herba bersifat tonik, memacu enzim pencernaan (stomatik), menurunkan tekanan darah (hipotensif), penghenti pendarahan (hemostatis), peluruh kencing (diuretik), peluruh haid, peluruh kentut (karminatif), mengeluarkan asam urat darah yang tinggi, pembersih darah dan memperbaiki fungsi hormon yang terganggu.

Kandungan Kimia
Herba seledri mengandung flavonoid, saponin, tanin 1%, minyak asiri 0,033%, flavo-glukosida (apiin), apigenin, kolin, lipase, asparagine, zat pahit, vitamin (A,B dan c). Setiap 100 gr herba seledri mengandung air sebanyak 93 ml, protein 0,9 gr, lemak 0,1 gr, karbohidrat 4 gr, serat 0,9 gr, kalsium 50 mg, besi 1 mg, fosfor 40 mg, yodium 150 mg, kalium 400 mg, magnesium 85 mg, vitamin A 130 IU, vitamin C 15 mg, riboflavin 0,05 mg, tiamin 0,03 mg dan nikotinamid 0,4 mg. Akar mengandung asparagin, manit, zat pati, lendir, minyak asiri, pentosan, glutamin dan tirosin. Biji mengandung apiin, minyak menguap, apigenin dan alkaloid. Apigenin berkhasiat hipotensif.

Bagian yang digunakan
Bagian yang digunakan adalah seluruh herba, akar dan biji dari buah masak.

Indikasi
Herba berkhasiat untuk pengobatan:

1. Tekanan darah tinggi
2. Tujuh keliling (vertigo) disertai sakit kepala
3. Tungkai bengkak karena timbunan cairan
4. Masuk angin, mual, kolik
5. Diare
6. Rematik gout, asam urat, darah tinggi
7. Bronkitis, batuk
8. Mata kering (xeroftalmia)
9. Tidak nafsu makan
10. psoriasis, alergi
11. Kencing berdarah
12. Keluhan menopause, gangguan menstruasi
13. Penyubur rambut

Akar berkhasiat untuk pengobatan :

1. Tekanan darah tinggi
2. Kolesterol darah tinggi
3. Air seni mengandung lemak
4. Kolik

Biji berkhasiat untuk pengobatan :

1. Rheumatiusm, rematik gout dan asam urat darah tinggi
2. Bronkhitis, asma
3. Penyakit pada hati dan limpa
4. Kolik
5. Sakit perut setelah melahirkan

Cara pemakaian
Untuk obat yang diminum, rebus 30-40 lembar daun, lalu air rebusannya diminum. Cara lain, rebus 1,3-3,9 gr biji dengan api kecil selama 3 jam, lalu rebusannya diminum. Untuk pemakaian luar, giling herba segar sampai halus, lalu turapkan pada bisul dan bagian tubuh yang meradang.

Efek farmakologis dan hasil pemakaian

Infus daun seledri dengan kadar 10% sebanyak 5 ml/kg bb akan memberikan efek penurunan kadar asam urat darah kera secara nyata, jika dibandingkan dengan pemberian probenecid 20 mg/kg bb pada 3,4,5 dan 6 jam pemberian. Akan tetapi, akan berbeda nyata jika dibandingkan dengan probenecid pada 7,5 dan 9 jam pemberian (Fimelda Winata, FF WIDMAN, 1988)
Pemberian ekstrak seledri dengan cara peras maupun refluks menunjukkan penurunan tekanan darah kucing (Aaltje Dondokambey, JF FMIPA UNHAS, 1985)
Alkaloid yang terkandung dalam biji seledri mempunyai efek sedatif dan antikonsulvan pada tikus
Minyak menguap pada biji seledri dapat menghambat perkembangan jamur, seperti Histoplasma capsulatum dan Candida albicans
Contoh pemakaian

Rematik gout
Potong 1 genggam daun dan batang seledri kecil-kecil, lalu rebus dalam 2 gelas air samapi tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus
Iris 1 buah bongol seledri tipis-tipis. Seduh dengan 3 cangkir air panas, lalu minum ramuan ini sebagai teh
Cuci 30-40 lembar daun seledri, lalu siram dengan air panas. Selanjutnya, makan sebagi lalap saat makan. Lakukan 2 kali sehari
Rebus 2 sendok makan biji seledri dalam 2 liter air selama 3 jam dengan api kecil. Minum air rebusannya selagi panas sebanyak 1 cangkir sehari 3-4 kali
Mata kering (xeroftalmia)
Makan daun seledri sebagai lalap segar bersama-sama dengan makan nasi. Lakukan tiap hari
Cuci daun seledri, daun bayam dan daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) masing-masing 1/3 genggam sampai bersih, lalu giling sampai halus. Tambahkan garam dapur seujung sendok teh dan 3/4 cangkir air masak. Remas campuran ini sampai merata, kemudian peras dan saring. Minum air perasannya sekaligus, lakukan 3 kali sehari.
Tekanan darah tinggi
Cuci 100gr seledri seutuhnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 cangkir air, lalu peras dan saring. Selanjutnya tim samapi mendidih. Setelah dingin, bagi untuk 2 kali minum, pagi dan siang hari.
Cuci 16 batang seledri seutuhnya sampai bersih dan potong-potong secara kasar, lalu masukkan ke dalam panci email. Tambahkan 2 gelas air bersih lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4 nya. Setelah dingin, airnya diminum dan seledrinya dimakan. Lakukan 2 kali sehari, masing-masing separuhnya
Bronkitis
Cuci 60gr seledri segar, 10gr kulit jeruk mandarin kering dan 25gr gula aren samapi bersih. Lalu potong-potong seperlunya. Masukkan kedalam panci email, lalu tambahkan 3 gelas air bersih, lalu rebus sampai airnya terisisaa separuhnya. Setelah dingin saring dan air saringannya dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari, masing-masing 3/4 gelas.
Batuk
Cuci 30gr seledri segar seutuhnya, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya rebus dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan tambahkan madu secukupnya. Gunakan ramuan ini untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari.
Kolik, sakit perut setelah melahirkan
Sediakan 60 gr seledri segar seutuhnya, 1 ruas jari tangan jahe merah dan sepotong gula aren. Cuci bahan-bahan tersebt dan potong-potong seperlunya, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.
Psoriasis, alergi
Sediakan 2 batang seledri, 3 buah wortel ukuran sedang dan 1 buah bit ukuran sedang. Cuci bahan-bahan tersebut, lalu dijus. Minum jus tersebut sekaligus waktu perut kosong. Lakukan 2 kali sehari
Menurunkan kadar kolesterol yang tinggi
Cuci 30 gr akar seledri sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.
Penyubur rambut
Cuci 7-10 tangkai daun seledri sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Setelah dikeramas, gosokan tumbukan daun seledri tersebut ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. Setelah selesai, bungks rambut dengan handuk selama kurang lebih 1 jam. Selanjutnya, bilas rambut dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.

Catatan :
Ramuan ini jangan digunakan oleh seseorang yang air seninya mengandung zat putih telur (protein +)

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/Nty
makasih yang telah membaca bagi yang mau kasih koment silakan ,,,,

Obat anti TBC

Di Indonesia TBC merupakan penyebab kematian utama dan angka kesakitan dengan urutan teratas setelah ISPA. Indonesia menduduki urutan ketiga setelah India dan China dalam jumlah penderita TBC di dunia. Jumlah penderita TBC paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus meningkat. Saat ini setiap menit muncul satu penderita baru TBC paru, dan setiap dua menit muncul satu penderita baru TBC paru yang menular. Bahkan setiap empat menit sekali satu orang meninggal akibat TBC di Indonesia. untuk itu dibutuhkan obat anti TBC yang sesuai diantaranya :
Obat TBC diberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis, dalam jumlah cukup dan dosis tepat selama 6-8 bulan yang diberikan dalam 2 tahap yaitu tahap intensif dan tahap lanjutan. Tujuannya supaya semua kuman (termasuk kuman persister) dapat dibunuh. Dosis tahap intensif dan dosis tahap lanjutan ditelan sebagai dosis tunggal, sebaiknya pada saat perut kosong. Apabila paduan obat yang digunakan tidak adekuat (jenis, obat dan jangka waktu pengobatan), kuman TBC akan berkembang menjadi resisten. Pendampingan dan supervisi pengobatan dengan program DOT akan membantu meningkatkan kepatuhan pasien.
Untuk menjamin mutu obat-obat anti tuberculosis FDC dan non FDC yang beredar di Indonesia, produk-produk tersebut harus dilakukan uji Bioekivalensi terlebih dahulu sebelum dipasarkan. Uji Bioekivalensi sangat erat hubungannya dengan formulasi dan bahan baku zat aktif yang digunakan, untuk memprediksi kesetaraan kadar obat dalam darah setelah obat diminum dibandingkan dengan produk inovator yang telah melakukan uji klinik sebelumnya.
Jenis Obat Anti Tuberkulosis
Isoniasid (H): dikenal dengan INH, bersifat bakterisid, dapat membunuh 90% populasi kuman dalam beberapa hari pertama pengobatan. Obat ini sangat efektif terhadap kuman dalam keadaan metabolik aktif, yaitu kuman yang sedang berkembang.
Rifampisin (R): Bersifat bakterisid, dapat membunuh kuman semi-dormant (persister) yang tidak dapat dibunuh oleh Isoniasid.
Pirasinamid (Z): Bersifat bakterisid, dapat membunuh kuman yang berada dalam sel dengan suasana asam.
Streptomisin (S): Bersifat bakterisid. Menyebabkan kerusakan saraf ke delapan yang berkaitan dengan keseimbangan dan pendengaran. Keadaan ini dapat dipulihkan bila obat segera dihentikan. Dapat menembus barier plasenta sehingga tidak boleh diberikan pada wanita hamil karena dapat merusak saraf pendengaran janin.
Etambutol (E): Bersifat sebagai bakteriostatik. Diikutkan dalam pengobatan jika diprediksi ada resistensi terhadap INH.
WHO dan IUATLD (International Union Against Tuberkulosis and Lung Disease) merekomendasikan pengobatan tuberkulosis berdasarkan kategori sebagai berikut:
PADUAN OAT DI INDONESIA
Indonesia menggunakan paduan OAT sesuai anjuran WHO. Namun penggunaan OAT pada tahap 4 digunakan istilah OAT sisipan. Paduan OAT tersebut antara lain:
Kategori-1 (2HRZE/4H3R3):
Tahap intensif terdiri dari Isoniasid (H), Rifampisin (R), Pirasinamid (Z) dan Etambutol (E). Obat-obat tersebut diberikan setiap hari selama 2 bulan (2HRZE). Kemudian diteruskan dengan tahap lanjutan yang terdiri dari Isoniasid (H) dan Rifampisin (R), diberikan tiga kali dalam seminggu selama 4 bulan.
Kategori-2 (2HRZES/HRZE/5H3R3E3):
Diberikan selama 3 bulan yang terdiri dari 2 bulan dengan HRZE dan suntikan Streptomisin setiap hari, dilanjutkan 1 bulan dengan HRZE setiap hari dan tahap lanjutan yang terdiri dari HRE diberikan tiga kali dalam seminggu selama 5 bulan.
Kategori-3 (2HRZ/4H3R3):
Tahap intensif terdiri dari Isoniasid (H), Rifampisin(R) dan Pirasinamid (Z). Diberikan setiap hari selama 2 bulan dilanjutkan dengan tahap lanjutan yang terdiri dari HR diberikan 3 kali semingu selama 4 bulan. (tabel 4)


OAT Sisipan (HRZE)
Bila pada akhir tahap intensif pengobatan penderita baru BTA positif dengan kategori 1 atau penderita BTA positif pengobatan ulang kategori 2, hasil pemeriksaan dahak masih BTA positif, diberikan pengobatan sisipan setiap hari selama satu bulan.
Paduan OAT ini disediakan dalam bentuk paket kombipak, dengan tujuan untuk memudahkan pemberian obat dan menjamin kelangsungan (kontinuitas) pengobatan sampai selesai. Satu paket untuk satu penderita dalam satu masa pengobatan. Beberapa OAT kombipak yang beredar di Indonesia antara lain Paduan OAT kategori I, II dan III, Paduan OAT sisipan, Paduan OAT Kategori Anak, Kombipak anak.

TABLET FIXED DOSE COMBINATION (FDC)
Penderita tuberkulosis di dunia masih menggunakan OAT tunggal. Untuk memperbaiki pengobatan tuberkulosis WHO menganjurkan menggunakan 2 dan 3 OAT- FDC dalam strategi DOTS. Terakhir WHO menambahkan 4 OAT-FDC dalam model daftar obat essensial untuk pengobatan tuberkulosis secara FDC lengkap).
OAT-FDC diberikan dengan tujuan mencegah ketidakpatuhan atau kelalaian minum obat, mengurangi jumlah obat yang diminum perhari, dan menurunkan MDR. Pada program DOT yang tidak terpantau, pemberian OAT-FDC merupakan paduan OAT yang dianggap cukup rasional dari segi dosis dan pemberian. Program ini sangat membantu keberhasilan pengobatan.

kuliner kampungku

dah lumayan lama juga newh belom pulang kerumah jadi kangen untuk mencicipi kuliner khas kampungkku,,,
salah satu yang paling saya suka adalah sate kulit kambing khas daerah kampungku,, sate yang terbuat dari kulit kambing ini memiliki rasa yang sungguh memanjakan lidah dan membuat saraf anda menjadi ketagihan untuk mencicipinya kalo harus ngasih bintang bakalan gue kasih bintang 5 pokoknyamah.
satenya terbuat dari kulit kambing dengan bumbu sate yang terbuat dari kacang dan sangat khas daerah perbatasan majalengka dermayu bakalan beda banget dengan sate madura, bandung ataupun maranggi. bagi lidah saya sate kulit kambing ini tetap numero uno alias nomer siji pokonemah ah,,,,,,
apalagi dengan harga yang super duper murah kalo gax salah cuman 250 perak 1 tusuknya lebih murah dari sate usus yang dijual dibandung,,
lokasinya bisa anda temukan di desa gadel sepanjang jalan jatitujuh-jatibarang,,
atau juga di bilik satenya mang kada di pertigaan jalan sumur sindu dekat alun-alun desa sumber wetan dan tepat di depan jl sumur sindu menuju objek wisata sumur sindu.
ayo visit sumber 2010. di jamin gx bakalan nyesel pokoknyamah,,,
sate kulit kambing makanan asli nusantara,,,,
siapap yang tertarik, silakan datangi ke alamat di atas????
siapa yang mau daftar???